Friday, October 15, 2010

Hilangnya Jiwa Perkasa

Ini salah satu dari karyaku yang ditolak oleh "Client"...kurang bagus untuk citarasa mereka barangkali.  Puisi ini kutulis sempena sambutan Hari Pahlawan...namun aku merasakan ia sebenarnya sesuai untuk pahlawan dalam diri setiap insan yang tabah menghadapi berbagai dugaan hidup....

Hilangnya Jiwa Perkasa


Adakala…..
gugurmu tiada yang meratapi
pergimu tiada yang mengiringi
hadirmu tiada yang merasai
jasamu tiada yang menghargai

hakikatnya ….
gugurmu hujan membasahi bumi
pergimu mentari melenyapkan dinihari
hadirmu udara lantaran kami bernadi
jasamu damai yang kami kecapi

sesungguhnya….
manisnya madu merdeka
dari cangkir semangat satria
mekarnya taman makmur
dari pengorbananmu yang luhur
teguhnya bumi pertiwi
dari perjuanganmu nan suci

baktimu…..
dasar samudera menggapai ke angkasa
pelosok hutan belantara ke persada antarabangsa
atas nama keamanan
demi sebuah perjuangan
kau lafaz ikrar setia
membela nusa senantiasa
tiada bintang tersemat di dada
tiada harta dapat membayar harga
jasa bakti seorang perwira

mengenangmu…
dalam setiap merah bunga raya
merucup mekar memagar istana
pada setiap penutup purnama tujuh
kepahlawananmu sentiasa kukuh
tiap kalungan sujud di arca gangsa
merindui kehilangan jiwa perkasa


-Era Ramly
31072009

1 comment:

  1. The feelings that emit from the chosen words are the result of a person writing with her heart & soul. The heart and soul that brings out the passion within that makes a writer a poet.

    This is a passionate writer in love with her work.

    ReplyDelete